Wednesday, August 12, 2026
HomeMiliterKisah Noshir Gowadia: Insinyur Jual Rahasia B-2 Spirit ke Cina

Kisah Noshir Gowadia: Insinyur Jual Rahasia B-2 Spirit ke Cina



Noshir Gowadia: Kisah Pembelot dan Insinyur “Blueberry Milkshake”

Pada pergantian milenium sekitar tahun 2000-an, Angkatan Udara Cina (PLAAF) menghadapi kebuntuan teknologi yang sangat serius. Ketika Amerika Serikat sudah menerbangkan pembom siluman (stealth) revolusioner Northrop B-2 Spirit yang mampu menyusup ke wilayah musuh tanpa terdeteksi radar, armada udara Beijing masih terjebak pada cetak biru pesawat era 1950-an dan 1960-an warisan Uni Soviet (Xian H-6 series).

Pembelot dengan Sekat Rahasia Pentagon

Noshir Gowadia bukanlah orang sembarangan. Ia adalah salah satu otak utama di balik sistem propulsi siluman pembom B-2 Spirit saat bekerja di Northrop pada era 1970-an hingga 1980-an. Selama tujuh tahun, Gowadia fokus merancang bagian tailpipe (pipa pembuangan mesin) B-2 agar memiliki jejak panas (infrared signature) serendah mungkin, sebuah teknologi kunci yang membuat pesawat berbentuk bumerang tersebut mustahil dilacak oleh radar konvensional maupun rudal pencari panas.

Pengkhianatan dan Pengabdian

Masuknya Gowadia ke dalam layanan intelijen Cina dimulai pada dekade 2000-an. Dokumen persidangan mengungkap pertemuan rahasia dan pertukaran informasi yang terjadi, termasuk presentasi PowerPoint mendetail yang memperlihatkan analisis rudal jelajah Cina vs. AS. Perjalanan spionase “Blueberry Milkshake” Gowadia berakhir ketika FBI menangkapnya pada Oktober 2005

Pada tahun 2010, pengadilan AS menyatakannya bersalah atas pelanggaran Undang-Undang Spionase dan Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata, menjatuhkan hukuman 32 tahun penjara tanpa remisi. Saat ini, Gowadia mendekam di penjara paling ketat di Colorado, USP Florence ADMAX.

Dampak Pengkhianatan untuk China

Pengkhianatan Noshir Gowadia berkontribusi pada kemajuan teknologi militer Cina. Desain pembom siluman Xian H-20, yang diumumkan pada 2016, diduga berdasarkan rahasia yang dibagikan Gowadia. Kemampuan Xian H-20 yang diproyeksikan mampu mengangkut bom sejauh 4.970 mil dapat mengancam pangkalan strategis AS di Guam.

Demikianlah kisah Noshir Gowadia, insinyur jenius yang terjerumus dalam perang informasi dan pengkhianatan, membawa dampak yang tak terduga hingga saat ini.

Kesimpulan

Noshir Gowadia, dengan sejarahnya yang panjang dalam pengembangan teknologi militer Amerika Serikat, kini menjadi contoh nyata bagaimana peran individu dalam persaingan kekuatan global dapat memiliki implikasi yang amat besar dan berkelanjutan.


Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER