Industri pertahanan Indonesia mencatat sejarah baru dengan uji coba laut Matilda 1, sebuah Stern Landing Vessel (SLV) sepanjang 73 meter yang inovatif. Kapal canggih ini diluncurkan di galangan kapal strategis di Batam pada akhir Januari 2026. Keterlibatan galangan kapal swasta nasional dalam proyek global ini menunjukkan peran penting Indonesia sebagai basis produksi alutsista maritim yang diakui secara internasional.
Konsep SLV Matilda 1 berasal dari Australia dengan dua side pods dan sistem aft skeg pelindung untuk menjaga baling-baling dan kemudi saat proses pendaratan di pantai. Desain inovatif ini memungkinkan kapal membelah ombak dengan stabil di laut lepas, mengatasi masalah hidrodinamika kapal pendarat tradisional. Matilda 1 memiliki daya jelajah hingga 4.000 mil laut pada kondisi Sea State 4 dan deknya menampung 84 kontainer ISO 20 kaki.
Dibekali dengan sistem propulsi quad-screw diesel-electric yang canggih, Matilda 1 mampu membawa beban pantai hingga 550 ton dengan total daya angkut 1.500 ton. Dek kargo yang luas sanggup menampung berbagai beban berat seperti peluncur roket HIMARS, kendaraan taktis JLTV, atau kendaraan tempur amfibi. Matilda 1 juga dilengkapi pelat baja diperkuat, mesin terdistribusi, dan sistem pemisahan yang memperkuat keamanan kapal.
Teknologi bow thrusters digunakan untuk menjaga posisi di perairan sempit, sementara fleksibilitas kapal memungkinkan integrasi sistem peluncuran kapal cepat kecil dan penambahan dek penerbangan untuk operasional drone dan helikopter. Setelah uji coba selesai, Matilda 1 akan dikirim ke Australia Utara untuk misi operasional dalam mendukung ekspedisi militer Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.


