ITS Giuseppe Garibaldi memegang peran yang unik dalam sejarah maritim modern sebagai kapal induk yang dilengkapi rudal anti kapal Otomat. Posisinya tidak hanya sebagai landasan pacu terapung untuk jet Harrier, tetapi juga sebagai kombinasi antara kapal induk Barat dengan agresivitas kapal penjelajah rudal Timur. Sebelum terkenal karena menggelar pentas opera di atas geladaknya, Garibaldi menjadi satu-satunya kapal induk blok Barat yang mengadopsi konsep “kapal induk tempur” dengan menginstalasi sistem rudal anti kapal jarak jauh secara organik. Keputusan Italia untuk memasang rudal ini dipengaruhi oleh batasan hukum pasca-Perang Dunia II dan kebutuhan taktis di perairan Mediterania yang sempit.
Garibaldi dilengkapi dengan rudal Teseo Mk 2 (varian Otomat Mk 2) buatan konsorsium Otomelara dan Matra. Rudal ini merupakan karya teknik yang unggul dengan kecepatan subsonik tinggi dan jangkauan operasional yang luas. Sistem kendalinya yang adaptif dan menggunakan navigasi inersia membuatnya sulit terdeteksi oleh radar pertahanan lawan. Sistem data-link TG-2 memungkinkan rudal menerima pembaruan koordinat target saat terbang. Integrasi senjata ini dilakukan dengan teliti agar tidak mengganggu operasional penerbangan.
Meskipun Garibaldi menjadi sangat mematikan dengan kombinasi ini, era kapal induk pembawa rudal anti kapal di Italia berakhir pada tahun 2003. Keputusan untuk melepas sistem Otomat dikarenakan modernisasi doktrin peperangan laut. Garibaldi kini fokus sebagai pusat komando udara di laut, sementara tugas perlindungan permukaan diserahkan kepada kapal perusak pengawal. Sejarah Garibaldi sebagai kapal induk dengan kemampuan rudal anti kapal tetap meninggalkan jejak penting dalam evolusi angkatan laut.


