Su-30SM2, jet tempur multiperan canggih Rusia, dianggap berhasil menyerang sistem pertahanan udara jarak jauh Patriot Ukraine, produk Amerika Serikat. Rostec, konglomerat pertahanan Rusia, mengklaim bahwa jet tempur tersebut mampu menjalankan operasi Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD) dengan baik. Menurut laporan, serangan dilakukan sebagai bagian dari operasi intensif Angkatan Udara Rusia untuk menargetkan sistem pertahanan udara Ukraina. Su-30SM2 dilengkapi dengan radar, avionik, dan kemampuan peperangan elektronik yang lebih kuat daripada versi sebelumnya, Su-30SM. Serangan dilaporkan menggunakan rudal anti radiasi Kh-31P untuk menyerang radar Patriot. Patriot adalah sistem pertahanan udara mahal berupa penghalang utama bagi rudal balistik Rusia. Su-30SM2 direncanakan telah dirancang khusus untuk operasi SEAD yang sangat efektif. Program modernisasi Su-30SM2 diluncurkan oleh Rusia untuk meningkatkan armada jet tempur tersebut. Perbedaan terbesar antara Su-30SM2 dan Su-30SM terletak pada integrasi tiga sistem utama dari Su-35S, terutama radar, mesin, dan persenjataan. Keunggulan Su-30SM2 termasuk radar yang ditingkatkan, N035 Irbis-E, dari Su-35S. Radar tersebut memberikan peningkatan signifikan dalam jangkauan deteksi dan pelacakan target. Selain itu, Su-30SM2 diperbarui dengan berbagai senjata terbaru yang membuatnya setara dengan Su-35S. Dengan segala pembaruan ini, Su-30SM2 memungkinkan Angkatan Udara Rusia untuk mengoperasikan armada jet tempur tangguh yang biaya logistiknya lebih efisien dan memiliki kemampuan tempur yang komparatif dengan jet tempur superioritas udara Rusia.


