Foto Terbaru Jet Tempur J-10CE Milik Angkatan Udara Uzbekistan Terkuak
Sebuah foto yang diyakini sebagai penampakan paling jelas dari jet tempur multiperan Chengdu J-10CE milik Angkatan Udara Uzbekistan beredar luas. Gambar tersebut diungkap oleh Andreas Rupprecht, peneliti independen yang fokus mengamati perkembangan penerbangan militer Cina, sekaligus memperkuat spekulasi kesepakatan pengadaan alutsista bernilai fantastis antara Tashkent dan Beijing.
Uzbekistan dilaporkan telah menyepakati pembelian 24 unit jet tempur J-10CE buatan Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG) dengan nilai total mencapai US$1 miliar. Meski akuisisi besar ini telah diperbincangkan di kalangan pemerhati pertahanan sejak tahun lalu, hingga saat ini Pemerintah Uzbekistan belum memberikan pengumuman resmi mengenai nilai kontrak maupun jadwal pengiriman armada baru tersebut.
Jet Tempur J-10CE: Keunggulan dan Dampak untuk Uzbekistan
J-10CE merupakan varian ekspor dari J-10C, jet tempur bermesin tunggal berkemampuan canard-Delta generasi 4.5 yang dilengkapi radar AESA (Active Electronically Scanned Array) serta kemampuan membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15E. Varian ekspor ini sebelumnya telah sukses dioperasikan oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF).
Bagi Angkatan Udara Uzbekistan, masuknya J-10CE menandai pergeseran doktrin alutsista udara yang sangat signifikan. Selama ini, kekuatan udara Uzbekistan bergantung pada pesawat-pesawat peninggalan era Uni Soviet seperti Mikoyan MiG-29 dan Sukhoi Su-27. Kehadiran pesawat tempur modern dari Cina akan memperbarui daya tempur udara negara di Asia Tengah tersebut secara drastis.
Konfirmasi dan Tunggu Waktu Pengiriman
Isu mengenai finalisasi kontrak pengadaan ini sebenarnya sudah santer terdengar sejak pertengahan tahun ini, di mana batch pertama J-10CE dilaporkan hampir selesai dirakit di fasilitas manufaktur Chengdu. Meskipun Kementerian Pertahanan Uzbekistan maupun media pemerintah Cina belum merilis konfirmasi resmi terkait penyerahan unit ini, munculnya foto J-10CE dengan identitas visual khas Uzbekistan di Cina menjadi bukti kuat bahwa pengiriman pesawat tempur tersebut kini tinggal menunggu waktu.


