Pesawat A-10 Thunderbolt II, atau dikenal sebagai “Warthog”, kembali menjadi sorotan di kalangan pecinta penerbangan. Meskipun dikenal sebagai pesawat serang darat legendaris berkat kanon GAU-8 Avengernya, banyak yang mengira pesawat ini hanya hadir dalam varian kursi tunggal. Namun, sejarah mencatat bahwa Fairchild Republic pernah memproduksi satu unit prototipe A-10 dalam konfigurasi dua kursi.
Varian langka ini dikenal sebagai A-10B atau YA-10B, dan proyek ini muncul pada akhir dekade 1970-an untuk menciptakan pesawat serang malam dan segala cuaca. Pada saat itu, Angkatan Udara AS menyadari bahwa keterbatasan penglihatan pilot pada malam hari atau cuaca buruk dapat menjadi masalah dalam operasi penghancuran tank. Kursi kedua ditambahkan untuk seorang Weapons System Officer yang bertugas mengoperasikan radar dan sistem sensor tambahan.
Meskipun memiliki keunggulan, transformasi menjadi pesawat dua kursi ini membawa konsekuensi teknis signifikan. Tidak hanya mempengaruhi kapasitas bahan bakar dan jarak tempuh, namun juga bobot pesawat serta keterbatasan radius tempur dibanding versi tunggal. Meskipun demikian, pesawat dua kursi ini menunjukkan evolusi dalam fungsi serta peran pesawat serang A-10 Thunderbolt II.
Meski tidak masuk ke produksi massal, prototipe A-10 dua kursi tetap menjadi bagian dari sejarah penerbangan militer dan dipamerkan di museum udara di Pangkalan Udara Edwards. Artifak ini menjadi bukti akan upaya untuk meningkatkan kemampuan pesawat dalam berbagai kondisi operasional. Bagi penggemar Warthog, unit ini menjadi bukti bahwa pesawat pembantai tank ini mencoba berevolusi menjadi pemangsa malam dengan awak ganda.


