Jakarta (ANTARA) – Gula aren semakin populer sebagai pemanis alami untuk berbagai makanan dan minuman. Banyak orang memilih gula aren karena dianggap lebih sehat dibandingkan gula putih. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Apa itu Gula Aren?
Gula aren dibuat dari nira pohon aren atau enau (Arenga pinnata). Prosesnya melibatkan pemanasan nira hingga mengental, kemudian dicetak atau dikristalkan menjadi gula cokelat dengan aroma karamel. Berbeda dengan brown sugar, gula aren lebih alami karena tidak melalui proses pencampuran kembali dengan molases.
Kandungan Kalori Hampir Sama
Gula aren dan gula putih hampir setara dalam jumlah kalori. Meskipun gula aren mengandung sedikit mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi, kandungannya tidak cukup signifikan untuk dijadikan sumber nutrisi utama.
Manfaat dan Risiko Gula Aren
Keunggulan gula aren terletak pada kandungan mikronutrien dan indeks glikemiknya yang sedikit lebih rendah. Namun, sebagai gula tambahan, konsumsi berlebihan gula aren tetap dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kerusakan gigi.
Konsumsi gula tambahan, termasuk gula aren, sebaiknya dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Lebih baik lagi jika bisa dikurangi hingga kurang dari 5 persen atau sekitar 25 gram per hari untuk manfaat kesehatan yang optimal.
Jadi, meskipun gula aren memiliki kelebihan tertentu, penting untuk tetap membatasi konsumsi gula tambahan secara umum untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sumber: ANTARA News


