Thursday, January 22, 2026
HomenasionalDugaan Pengalihan Isu Bencana Sumatera: Sorotan Black Campaign & Peran Korporasi Sawit

Dugaan Pengalihan Isu Bencana Sumatera: Sorotan Black Campaign & Peran Korporasi Sawit

Baru-baru ini, sejumlah wilayah di Sumatera dilanda oleh bencana banjir dan longsor. Namun, muncul dugaan bahwa beberapa pihak, termasuk korporasi besar, memanfaatkan situasi ini untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus-kasus kejahatan lingkungan yang terjadi di masa lalu. Isu ini semakin mencuat seiring dengan narasi propaganda yang kembali muncul dan dikaitkan dengan tokoh-tokoh seperti Ary Bakrie dan Marcella Santoso.

Klaim tersebut menyebutkan bahwa para penggiat media dan buzzer nasional, yang sebelumnya terlibat dalam kampanye “Indonesia Gelap,” kini beralih untuk membahas isu bencana di Sumatera. Tujuannya diduga adalah untuk membuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sibuk dan mengalihkan perhatian dari penyelidikan mendalam terhadap kejahatan lingkungan yang diduga telah terjadi selama sepuluh tahun terakhir.

Dugaan pengalihan isu ini tidak lepas dari kenangan akan kasus Karhutla pada tahun 2015, di mana kebakaran hutan dan lahan dahsyat melanda 31 provinsi, melahap 2,61 juta hektare lahan, dan menyebabkan 24 korban jiwa. Kasus ini sering diangkat sebagai contoh tentang kerentanan Indonesia terhadap bencana lingkungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada saat itu menegaskan bahwa 99,9% dari kasus Karhutla disebabkan oleh pembakaran yang sengaja dilakukan untuk membersihkan lahan perkebunan kelapa sawit.

Dugaan keterlibatan korporasi besar seperti Grup Wilmar, Musim Mas, dan Permata Hijau dalam praktik destruktif yang mengakibatkan kabut asap dan penderitaan bagi masyarakat turut mencuat dalam kasus Karhutla 2015.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER