Thursday, June 11, 2026
HomeMiliterDrone Iran Buru di UEA, Helikopter Fennec Perancis dengan Kanon 20mm: Pilihan...

Drone Iran Buru di UEA, Helikopter Fennec Perancis dengan Kanon 20mm: Pilihan TNI AD?

Helikopter Fennec Milik Perancis Dipersenjatai dengan Kanon 20mm untuk Menangkal Ancaman Drone Iran di UEA

Ancaman udara di kawasan Timur Tengah kembali memunculkan inovasi taktis yang menarik dari Angkatan Udara Perancis. Mereka mengerahkan armada helikopter ringan Eurocopter AS555 Fennec ke Uni Emirat Arab (UEA) dalam misi interseptor udara terhadap drone kamikaze Iran.

Fennec Perancis sebagai Interseptor Lapis Kedua Melawan Drone Iran

Helikopter AS555 Fennec tersebut dilengkapi dengan kanon otomatis M621 kaliber 20 mm, memperlihatkan solusi efektif dan ekonomis dalam menanggapi ancaman drone kombatan yang merambah infrastruktur vital. Integrasi kanon berat pada platform helikopter ringan membuktikan kemampuan Fennec dalam memburu drone musuh yang sulit dilacak oleh sistem pertahanan udara konvensional.

Penggunaan Fennec di UEA bertujuan melindungi ruang udara dari serangan drone asimetris yang kerap mengintai wilayah Teluk. Helikopter Fennec berperan sebagai elemen interseptor lapis kedua yang fleksibel dan mampu mendekati target udara tak berawak untuk dieksekusi dengan akurat menggunakan kanon M621 tanpa risiko kegagalan pemandu radar.

Integrasi Taktis Kanon 20mm pada Fennec Perancis dan Relevansinya dengan Pertahanan Dalam Negeri

Sistem kanon otomatis M621 kaliber 20 mm yang digunakan pada Fennec dikenal memiliki daya hancur tinggi dan efektif dalam menghancurkan drone musuh dengan presisi tinggi. Kemampuan tempur helikopter ini memberikan opsi taktis yang menarik, sekaligus menjadi pilihan modifikasi yang ideal dan mendesak untuk armada Fennec yang dioperasikan Puspenerbad TNI AD di Indonesia.

Adanya integrasi kanon 20 mm pada Fennec Perancis menggambarkan inovasi dalam pertahanan udara yang dapat diadaptasi oleh negara lain, termasuk Indonesia, untuk menyikapi ancaman drone modern. Dengan demikian, teknologi ini memiliki relevansi yang tinggi dalam memperkuat postur pertahanan dalam negeri dan melestarikan kedaulatan wilayah udara Indonesia. (Gilang Perdana)

Sumber: Link Sumber

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER