Persaingan pengadaan jet tempur baru untuk Angkatan Udara Peru (Fuerza Aérea del Perú – FAP) telah mencapai puncaknya. Lockheed Martin dari Amerika Serikat melakukan langkah ekstrem dengan menurunkan harga untuk memenangkan kontrak jet tempur F-16 Block 70 Viper di negara Amerika Latin tersebut. Hal ini menggeser dominasi jet tempur Eropa yang sebelumnya ada. Langkah tersebut diambil karena anggaran pertahanan Peru yang terbatas menjadi hambatan bagi tawaran awal AS. Lockheed Martin telah merevisi proposal mereka secara signifikan sehingga dapat sesuai dengan batas anggaran yang ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan Peru.
Pada awalnya, AS menawarkan 12 unit F-16C/D Block 70 dengan harga fantastis mencapai US$3,42 miliar. Namun, dalam proposal terbaru, Lockheed Martin menawarkan 24 unit F-16 Block 70 dengan total harga hanya US$3,5 miliar, berhasil memangkas biaya per unit hingga separuhnya. Hal ini membuat Lockheed Martin menjadi pelaku utama dalam proses negosiasi tender angkatan udara Peru. Meskipun sebelumnya Dassault Rafale F4 dari Perancis dan Saab Gripen E/F dari Swedia juga bersaing ketat, namun perwakilan Kemhan Peru lebih tertarik berkomunikasi dengan Lockheed Martin dalam beberapa bulan terakhir.
F-16 Block 70 atau yang dikenal sebagai Viper merupakan jet tempur tercanggih dari keluarga Fighting Falcon. Penggunaan radar AN/APG-83 SABR (AESA) menjadi fitur kunci utama yang membuatnya unggul, memberikan kemampuan yang lebih baik dalam deteksi target, ketahanan terhadap peperangan elektronik, serta akurasi dalam pemanduan senjata. Dukungan avionik modern, sistem komputer tempur baru, kokpit digital, dan sistem komunikasi paling mutakhir membuat F-16 Block 70 menjadi pilihan yang kuat untuk menggantikan jet tempur sebelumnya di Angkatan Udara Peru. Langkah strategis yang diambil oleh Lockheed Martin dengan menyesuaikan harga telah membuktikan keberhasilannya dalam mendominasi pasar jet tempur di Peru.


