35 Tahun Eurocopter Tiger: Dari Debut Gemilang di Langit Perancis hingga Pensiun Dini di Australia
Pada 27 April 1991, helikopter serang Eurocopter Tiger (PAH-2) melangsungkan penerbangan perdana di Marignane, Perancis, mencatatkan momen bersejarah dalam aviasi militer Eropa. Di bawah kendali pilot uji Etienne Herrenschmidt dan Guy Dabadie, helikopter ini menandai lahirnya era baru dalam teknologi penerbangan.
Tiger: Helikopter Serang Terunggul Eropa
Dibuat sebagai tanggapan terhadap kebutuhan akan helikopter anti tank yang tangkas dan kuat, Eurocopter Tiger menjadi simbol keunggulan dengan material komposit hingga 80%. Dilengkapi dengan desain kokpit tandem ergonomis dan sistem sensor canggih, helikopter ini mampu melaju hingga 290 km/jam, menjadikannya yang terbaik di kelasnya.
Sebanyak 181 unit Tiger diproduksi dan digunakan oleh beberapa negara seperti Perancis, Jerman, Spanyol, dan Australia. Bersenjatakan kanon 30 mm, roket 70 mm, serta rudal anti-tank, Tiger membuktikan dirinya sebagai kekuatan tak tertandingi di udara.
Australia Putuskan Memensiunkan Armada Tiger ARH
Meskipun berhasil membuktikan diri dalam misi anti drone di Timur Tengah, Australia memilih untuk memensiunkan seluruh armada Tiger ARH-nya pada akhir tahun ini. Keputusan ini diambil atas dasar masalah kesiapan operasional dan biaya pemeliharaan yang melonjak, serta ketidakstabilan pasokan suku cadang yang mengganggu tingkat kesiapan operasional.
Sebagai pengganti, Australia telah memilih helikopter AH-64E Apache Guardian buatan Boeing. Selain kematangannya sebagai platform tempur yang telah teruji, Apache juga menjanjikan dukungan logistik yang jauh lebih stabil, membuatnya menjadi pilihan yang lebih pragmatis bagi Australia.
Dengan begitu, meski harus mengucapkan selamat tinggal pada Tiger, pencapaian dan dedikasinya selama 35 tahun tetap menjadi bagian dari sejarah helikopter serang di dunia. Eurocopter Tiger tetap akan dikenang sebagai salah satu mahakarya iconik dalam aviasi militer Eropa.


