Lonjakan Aktivitas Militer Cina dan Turki di Pakistan Bikin India Waspada
Sektor pertahanan dan intelijen India sedang fokus memantau aktivitas penerbangan militer asing di tetangganya, Pakistan. Tercatat peningkatan frekuensi kedatangan armada udara militer dari Cina dan Turki di sejumlah pangkalan udara Pakistan. Hal ini membuat New Delhi waspada.
Pergerakan Pesawat Tempur dan Logistik Militer
Para analis keamanan mencatat, pendaratan pesawat peringatan dini dan kontrol udara Cina KJ-500 serta jet tempur kelas berat Shenyang J-16 terdeteksi di Pangkalan Udara Karachi. Mayoritas pergerakan pesawat ini terkait dengan latihan militer gabungan ‘Eagles of Civilization 2026’ antara Cina dan Mesir.
Pangkalan udara Pakistan digunakan sebagai titik persinggahan logistik dan pengisian bahan bakar sebelum armada Cina menuju Kawasan Timur Tengah. Selain itu, penerbangan militer Turki juga membawa muatan drone tempur dan perangkat pertahanan ke wilayah tersebut.
Reaksi India dan Potensi Ancaman
India menganggap pergerakan ini tidak biasa dan meningkatkan kewaspadaan di garis perbatasan barat. Integrasi data dari platform AEW&C Cina di Laut Arab dan Pakistan dianggap menguntungkan bagi pemantauan udara di kawasan, memaksa India untuk meningkatkan pemantauan radar.
Masih diperdebatkan apakah penerbangan ini sekadar latihan atau ada agenda tersembunyi di baliknya. Namun, kehadiran KJ-500 dan J-16 di Karachi membuat India merasa perlu mewaspadai perubahan kekuatan udara di Asia Selatan.
Keadaan Geopolitik di Asia Selatan
Pergerakan militer Cina dan Turki di Pakistan saat ini menarik perhatian India. Meski sebagian melihatnya sebagai kerja sama rutin, skala pengerahan alutsista kelas utama ini cukup mencurigakan, terutama menjelang KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan KTT BRICS. Situasi ini menghadirkan tantangan baru bagi India dalam menjaga keamanan di wilayahnya.


