Friday, January 23, 2026
HomeLainnyaBSSN: Keamanan Siber Adalah Keamanan Internasional

BSSN: Keamanan Siber Adalah Keamanan Internasional

Pada acara International Postgraduate Student Conference (IPGSC) di Universitas Indonesia, 23–24 Oktober 2025, Dr. Sulistyo selaku Deputi Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan serta Pembangunan Manusia dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menguraikan bahwa perkembangan ruang siber telah mengubah dinamika keamanan global secara signifikan. Di hadapan mahasiswa pascasarjana Hubungan Internasional, ia menyoroti bahwa dunia maya tidak lagi memiliki sekat geografi, tidak tunduk pada satu yurisdiksi pun, serta tidak diawasi oleh satu otoritas yang mengatur secara tunggal.

Menurut Dr. Sulistyo, keunikan ruang siber sebagai domain tanpa batas membuatnya tidak hanya sekadar sistem teknologi digital, melainkan medan yang memberikan dampak besar pada keamanan negara dan tatanan dunia internasional. Ia menekankan, “Jika dibandingkan dengan domain fisik seperti wilayah darat atau laut, cyberspace mampu menembus batas negara dan mengaburkan batasan klasik soal kedaulatan. Ancaman bisa datang dari mana saja, dikerjakan siapa saja, dan sasarannya siapa pun.”

Dampak dari tidak adanya sekat ini menciptakan tantangan besar bagi negara. Serangan digital, penyebaran misinformasi, serta manipulasi data kini dapat melampaui lintas batas negara dalam hitungan detik tanpa hambatan fisik. Kondisi ini menyebabkan menjadi semakin sulit bagi pemerintah untuk mengidentifikasi pelaku, menegakkan hukum, dan merancang respons internasional yang efektif. Tantangan bagi negara-per negara pun bergeser, yaitu mempertahankan hak kedaulatan di dunia yang operasinya tidak terbatas oleh wilayah geografis nyata, serta menegakkan peraturan di ranah dengan banyak pelaku non-negara.

Perkembangan lain yang menonjol, aktor non-negara seperti organisasi kriminal siber serta kelompok dengan dukungan negara kini dapat melakukan operasi lintas batas tanpa kehadiran fisik, sehingga membayangi keamanan global. Dr. Sulistyo menyoroti, perubahan ini mendorong negara-negara untuk meninjau ulang pemahaman terhadap ancaman siber. Bentuk-bentuk konflik digital dapat terjadi tanpa perang resmi ataupun pergerakan tentara konvesional, namun efeknya bisa sangat menghancurkan ekonomi, menekan situasi politik nasional, bahkan menggoyang stabilitas kawasan.

Dalam atmosfer kompetisi global, dunia maya muncul menjadi salah satu arena utama perebutan kekuatan antarnegara. Negara-negara berlomba mengembangkan AI, teknologi digital, komputasi kuantum, hingga sistem telekomunikasi generasi terbaru sebagai sumber kekuatan baru yang memperdalam aspek geopolitik digital. Penguasaan teknologi ini menjadi instrumen pengaruh dalam persaingan antar kekuatan besar di panggung internasional.

Di tengah tantangan ruang siber lintas batas, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat posisi lewat jalur diplomasi multilateral dan penguatan ketahanan nasional. Dengan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif, pemerintah mendorong pengelolaan ruang siber global agar tetap adil dan tidak didominasi persaingan negara maju yang bisa merugikan negara berkembang.

Indonesia melalui berbagai forum seperti ASEAN, PBB, maupun kerja sama internasional lainnya, fokus pada pembangunan norma perilaku bernegara di cyberspace, peningkatan kerja sama lintas negara, serta mekanisme membangun kepercayaan bersama di bidang penanganan insiden siber. Dukungan atas inisiatif penguatan kapasitas kawasan juga terus menjadi prioritas, karena segala ancaman siber semakin lintas teritori.

Dr. Sulistyo menggarisbawahi bahwa negara harus terus berinovasi membangun sistem keamanan nasional di dunia maya yang adaptif dan tangguh. Ada tiga fokus utama yang disebutkan. Pertama, melakukan modernisasi infrastruktur keamanan siber nasional. Kedua, membangun dan mempererat jejaring kerja sama internasional karena tidak ada satu negara pun yang mampu bertahan sendirian di dunia tanpa batas ini. Ketiga, mengembangkan sumber daya manusia di bidang siber yang siap bersaing dan beradaptasi dengan perubahan ekosistem digital global.

Keamanan di ruang siber menurutnya kini sangat erat kaitannya dengan keamanan dunia, karena setiap celah di satu negara bisa berdampak global. “Keamanan siber adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan internasional. Jika satu negara lengah, negara lain pun terdampak,” ujarnya tegas mengakhiri pidato tersebut.

Sumber: Ruang Siber Yang Borderless Mengubah Peta Keamanan Internasional, Ini Sikap Indonesia
Sumber: Ruang Siber Yang Borderless Dan Implikasinya Bagi Keamanan Internasional: Perspektif Indonesia

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER