Batas Ideal Screen Time Menurut Usia dari Anak Hingga Orang Dewasa
Penggunaan perangkat digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, hampir seluruh aktivitas kini melibatkan layar digital seperti ponsel, komputer, tablet, maupun televisi.
Screen Time dan Dampaknya pada Kesehatan
Durasi seseorang menatap layar atau screen time terus bertambah seiring dengan meningkatnya penggunaan perangkat digital. Penggunaan gadget secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mata, tidur, kesehatan mental, hingga perkembangan otak, terutama pada anak-anak.
Masyarakat Indonesia menjadi pengguna internet dengan durasi tertinggi di dunia pada 2022, mencapai rata-rata 5,7 jam per hari melalui perangkat seluler. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pentingnya membatasi waktu penggunaan layar sesuai usia.
Durasi Ideal Screen Time
Batasan durasi screen time berdasarkan usia disarankan: tidak lebih dari satu jam per hari untuk anak usia 2–5 tahun; prinsip quality over quantity untuk anak sekolah, remaja, dan orang dewasa; durasi terbatas untuk anak di bawah 5 tahun; serta waktu ideal sekitar 4 jam 17 menit per hari bagi remaja dan orang dewasa.
Rekomendasi untuk Mengurangi Dampak Buruk
Akumulasi penggunaan layar dalam sehari dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti mata lelah, mata kering, penglihatan buram, serta sakit kepala. Penting untuk menjaga kesehatan mata dengan aturan 20-20-20, mengatur kecerahan layar, dan beristirahat secara berkala.
Menerapkan kebiasaan yang baik dalam penggunaan perangkat digital, sesuai durasi screen time yang disarankan untuk setiap kelompok usia, dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan akibat paparan layar dalam jangka panjang.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pemahaman akan batas ideal screen time dan penerapan pola penggunaan perangkat yang bijak sangat penting untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh secara menyeluruh.


