Thursday, January 22, 2026
HomeMiliterAGM-154C-1: Mengungkap Bom Pintar 'Cerdas' Terbaru

AGM-154C-1: Mengungkap Bom Pintar ‘Cerdas’ Terbaru

Ketegangan geopolitik di Amerika Latin meningkat dengan adanya laporan tentang penggunaan senjata canggih Amerika Serikat, khususnya amunisi presisi AGM-154C-1 Joint Standoff Weapon (JSOW), dalam operasi militer di Venezuela. Raytheon, produsen senjata ini, dikenal memiliki amunisi paling mematikan dalam Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS. AGM-154C-1 digunakan untuk menyerang target strategis di Venezuela, terutama sistem pertahanan udara terintegrasi dan fasilitas komando dan kontrol yang dijaga ketat.

Bom pintar JSOW adalah senjata jarak jauh yang dirancang untuk menghancurkan target strategis yang terlindungi. Varian C-1 memiliki berat sekitar 450 kilogram dengan hulu ledak BROACH yang mematikan. Sistem pemandu AGM-154C-1 terdiri dari GPS, Inertial Navigation System, dan Imaging Infrared seeker untuk akurasi serangan. JSOW memiliki jangkauan hingga 130 kilometer dan digunakan dengan pesawat tempur stealth F-35A Lightning II dan F/A-18E/F Super Hornet.

JSOW telah digunakan sebelumnya dalam berbagai operasi militer, namun varian C-1 dengan Link-16 Weapon Data Link memberikan dimensi baru dalam peperangan modern. Selain varian AGM-154A dan C, Raytheon juga mengembangkan JSOW-ER dengan jangkauan lebih dari 560 kilometer. Fleksibilitas JSOW membuatnya menjadi momok bagi sistem pertahanan negara manapun, karena kemampuannya yang terus berkembang di tengah penerbangan menuju target.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER